 |
| http://www.ayahbunda.co.id/support/image.others/02/506/imageBlog |
INGIN bayi Anda sehat dan bugar? Coba ajak si kecil
berolahraga. Konon senam bayi bisa menjadi pilihan buat sang buah hati
Anda untuk tumbuh menjadi anak yang aktif dan lincah.
Menggerakkan otot-otot tubuh dan persendian tubuh menjadi inti senam.
Ya, prinsip ini pulalah yang dianut dalam senam bayi. Dr Amendi Nasution
SpRM menjabarkan, senam bayi sebagai gerakan-gerakan yang dilakukan
pada bayi, terutama persendirian tulang dan otot, agar bayi siap
menghadapi tahap perkembangannya.
"Bayi usia empat bulan
sudah bisa tengkurap. Lalu masuk tahap duduk, sekitar tujuh sampai
delapan bulan bulan. Mulai berdiri dan merambat pada usia 10 bulan. Baru
pada usia 12 bulan, bayi bisa berjalan," gamblang Amendi, dokter
spesialis rehabilitasi medik, RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Sependapat dengan Amendi, ahli fisioterapi RS Azra, Bogor, Daniel Sadana
mengatakan, senam bayi sebagai stimulasi dalam permainan gerakan yang
merangsang kemampuan gerak bayi dan tumbuh kembangnya berdasarkan ilmu
syaraf motorik.
Mungkin Anda melihat si kecil sudah lincah
bergerak. Meski begitu, Anda tidak boleh asal memberikan senam bayi pada
buah hati. Mengapa? "Di bawah usia tiga bulan, kepala bayi masih lemah.
Kalaupun ada gerakan-gerakan tertentu bisa disebut gerakan refleks.
Sehingga idealnya senam bayi dilakukan saat bayi Anda usianya di atas
tiga bulan," terang Daniel, selaku Koordinator Rehabilitasi Medik Anak
itu.
Amendi membagi senam bayi dalam tiga tahap. Tahap
pertama, senam bayi tengkurap ke arah duduk. Tahap kedua, bayi usia enam
sampai sembilan bulan, senam melatih bayi bisa duduk sendiri dan
berdiri. Tahap ketiga, senam bayi mempersiapkan bayi bisa rambatan dan
jalan mandiri.
Tentu saja, bayi perlu distimulasi untuk
melakukan gerak sesuai tahapan perkembangannya. "Belajar merangkak pada
bayi usia enam sampai Sembilan bulan, bisa dirangsang dengan posisi
berlutut sembari memberikan mainan di depannya yang agak tinggi. Kalau
bayi 9-12 bulan yang belajar berdiri, bisa distimulasi dari posisi
tengkurap untuk meraih obyek yang lebih tinggi. Lalu, meraih dan menekuk
kakinya," beber Daniel.
Lagi lanjutnya, bayi yang bisa
berdiri, supaya tubuhnya mulai bergerak bisa dibiarkan memegang meja
atau kursi yang digerakkan Anda.
Manfaat Senam Bayi
Tentu saja, tujuan senam bayi adalah merangsang tumbuh kembang anak
dan kemampuan gerak bayi optimal. Masih ada lagi manfaat lainnya, sebut
Amendi, melatih otot dan persendian, memperlancar peredaran darah,
menjaga kinerja jantung, melatih kewaspadaan terhadap situasi dan
posisi, artinya menjaga keseimbangan tubuh agar tidak gampang jatuh.
Yang terpenting, lewat sentuhan senam bayi mempererat hubungan anak dan
orangtua.
"Bisa mengetahui perkembangan motorik kasar pada
bayi, bahkan dapat mendeteksi keterlambatan motorik kasar," timpal
Daniel. Umpamanya saja, anak usia sembilan bulan, saat melakukan senam
bayi, anak belum bisa duduk. Berarti, ada yang salah pada tahap
perkembangan yang seharusnya. Bisa dikatakan ada sesuatu yang bersifat
patologis. Orangtua mesti curiga terhadap kelainan pada anaknya.
Senam bayi tidak bisa dipaksakan kepada anak. Kuncinya senam bayi yang
ideal bagi anak adalah kenyamanan. "Bayi diletakkan dalam alas yang
empuk, bayi lapar, bayi habis makan, bayi sakit, kondisi tangan pun
steril dan tidak memakai perhiasan," ujar Daniel mengenai hal-hal yang
mesti diperhatikan orangtua saat melakukan senam bayi.
Untuk
mendapatkan hasil optimal, senam bayi sebaiknya dilakukan setiap pagi
dan sore. "Setidaknya, satu hari sekali selama 10 menit, bayi melakukan
senam bayi. Ada baiknya, sebelum mandi pagi, anak diajak senam bayi,"
saran dr Amendi.
(Mom & Kiddie)