Minggu, 30 September 2012

Baby Blues, Depresi Pasca Melahirkan

Depresi pasca melahirkan merupakan salah satu bentuk depresi yang terjadi pada ibu pasca melahirkan, biasanya terjadi dalam 6 minggu pertama. Depresi ini adalah suatu kondisi yang secara medis dapat membuat perasaan ibu perasaan sedih dan putus asa.


Apa yang terjadi?

Depresi ini merupakan kelainan di otak. Para peneliti percaya bahwa terdapat unsur kimia yang disebut sebagai neurotransmitter yang terlibat. Denyut syaraf menyebabkan pelepasan neurotransmitter dari satu sel syaraf ke sel syaraf yang lain dan seterusnya. Pelepasan ini memungkinkan masing-masing sel berinteraksi. Sedikit atau banyak neurotrasmitter ini ikut menjelajah dan turut berkontribusi pada terjadinya depresi. Beberapa jenis neurotransmitter yang dipercayai berhubungan dengan depresi ibu antara lain serotonin, norepinephrine dan dopamine.

Apa penyebab dan resikonya?

Banyak teori yang memperkirakan penyebab depresi, antara lain disebabkan oleh beberapa alasan berikut:
• Sakit pasca melahirkan
• Pengobatan pasca melahirkan antara lain antibiotik dan obat-obat lain (misal untuk jerawat)
• Perubahan kimiawi otak
• Keturunan
• Perubahan hormonal
• Kurangnya paparan sinar matahari
• Stres
• Pola pikir yang negatif

Faktor resiko dari depresi secara umum termasuk:
• Penyalahgunaan alkohol
• Penyalahgunaan narkoba dan ketergantungan
• Tekanan pekerjaan
• Sejarah pribadi yang berkaitan dengan percobaan bunuh diri
• Sejarah stres keluarga dan pribadi
• Stres

Perubahan hormonal saat mengandung dan melahirkan memberi kontribusi pada ibu untuk terkena Baby blues. Sedangkan merawat bayi dapat memperparah keadaan tersebut. Kelelahan fisik, kurangnya tidur, harapan yang berlebihan dan isolasi sosial atau kurangnya sosialisasi dapat menjadi sebab munculnya baby blues

Hal-hal yang memperburuk dan meningkatkan resiko berkembangnya baby blues:
• Terlalu cepatnya ibu meninggalkan rumah sakit pasca melahirkan
• Sejarah sindrom menstruasi akut
• Kurangnya dukungan dari sekitar
• Masalah dalam perkawinan
• Sejarah depresi
• Pengalaman trauma melahirkan

Apakah gejala dan tanda yang ditimbulkan?
Secara umum gejala dari depresi termasuk antara lain:
• Nafsu makan yang bermasalah
• Perasaan hilangnya energi dan gairah
• Kesulitan dalam memberi perhatian atau membuat keputusan
• Perasaan emosional yang sangat sensitif
• Cepat marah
• Perasaan sedih, putus asa dan hampa
• Ketidakmampuan untuk menghibur diri
• Hilangnya motivasi dan menarik diri dari pergaulan
• Rendah diri
• Pesimis dan prasangka negatif
• Bermasalah dengan tidur
• Selalu berpikiran tentang bunuh diri dan mengakhiri kematian

Ibu dengan baby blues mungkin juga akan mengalami beberapa gejala berikut:
• Perhatian yang berlebihan pada bayinya
• Berlebihan dan perasaan yang berubah-ubah
• Selalu merasa kurang dalam menangani si kecil
• Perasaan bersalah
• Sering sakit kepala atau ketidaknyamanan fisik lain.




Sumber : http://majalah-keluarga.blogspot.com/2009/01/depresi-pasca-melahirkan-merupakan.html

Sabtu, 15 September 2012

Efek Ajaib Pijatan Lembut untuk Bayi

Tahukah mama...bahwa ternyata sentuhan memiliki efek ajaib bagi dedek bayi,Pengaruh positif dari sentuhan berupa pijatan maupun usapan lembut ternyata memiliki hubungan dengan proses tumbuh kembangnya.
Terapi pijat ini menghasilkan perubahan fisiologis yang menguntungkan dan dapat diukur secara ilmiah, antara lain dengan cara pengukuran kadar cortisol ludah, kadar cortisol plasma secara radioimmunoassay, kadar hormon / catecholamine air seni, dan pemeriksaan EEG.

Berikut manfaat positif dari efek sentuhan :

Efek biokimia dari pijat bayi adalah:
•    Penurunan kadar hormon stress/ catecholamine
•    Peningkatan kadar serotonin

Efek klinis pijat bayi adalah:
•    Peningkatan jumlah & sitotoksisitas sistem immunitas (sel pembunuh alami/natural killer cells)
•    Merubah gelombang otak secara positif
•    Memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan
•    Merangsang fungsi pencernaan serta pembuangan
•    Meningkatkan kenaikan berat badan
•    Mengurangi depresi dan ketegangan
•    Meningkatkan kesiagaan
•    Membuat tidur lelap
•    Mengurangi rasa sakit
•    Mengurangi kembung dan colic (sakit perut)
•    Meningkatkan hubungan kasih sayang orang tua dan bayi (bonding)
•    Meningkatkan volume air Air Susu Ibu

Sumber : Utami Roseli-Ketua Lembaga PP ASI St.Carolus-Certified Infant Massage Instruktor

Sabtu, 02 Juni 2012

Mengapa MPASI (Makanan Pendamping ASI) alami lebih aman dikonsumsi daripada MPASI Instan?

Ketika dedek bayi sudah mulai menunjukkan kesiapan mengkonsumsi MPASI maka tuga mama sebagai bundanya adalah mencari pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang MPASI apa yang cocok, disukai, bergizi serta aman bagi dedek bayi. Hal mudah yang mungkin bisa dipersiapkan adalah memilihkan MPASI instan yang cocok untuk dedek bayi. Namun sayangnya, ada beberapa kekurangan MPASI instan, selain tingkat gizinya yang lebih rendah dari makanan alami, kurangnya variasi konsumsi dedek bayi, adek bayi juga akan mengkonsumsi makanan dengan kandungan bahan pengawet.
Dari masa ke masa, industri makanan kemasan yang serbainstan berkembang sedemikian pesatnya. Tak terkecuali makanan pendamping air susu ibu (MPASI) instan untuk bayi usia 6 bulan ke atas, juga kerap diidentikkan dengan bubur susu kemasan yang bisa dibeli di pasar dan supermarket.

Ada beberapa kelebihan yang ditawarkan dari MPASI buatan sendiri, antara lain
  • Situs www.wholesomebabyfood. com melansir beberapa alasan mengapa para ibu sebaiknya membuat sendiri MPASI bagi buah hatinya. Dari segi gizi dan keamanannya, Ibu dapat mengontrol bahan apa saja yang dipakai untuk membuat MPASI, dan tentunya lebih aman karena tanpa zat tambahan apa pun. 
  • Dengan memberikan MPASI buatan sendiri Anda dapat benar-benar mengatur makanan bayi Anda dan kandungan yang terdapat di dalamnya. Anda akan yakin bahwa makanan tersebut bebas dari zat pengawet maupun zat kimia penambah rasa yang tidak berguna bagi bayi Anda. Jika bayi Anda memiliki alergi terhadap makanan tertentu, risiko alergi ini akan lebih diperkecil dengan membuat MPASI sendiri.
  • Anda dapat memilih sendiri makanan berkualitas tinggi bagi bayi Anda, dengan berbagai langkah ekstra yang Anda lakukan dengan penih cunta dan kasih sayang. Tentunya hal ini tidak dilakukan oleh produsen MPASI instan.
  • Semua peralatan yang Anda butuhkan untuk membuat MPASI sendiri sudah tersedia di dapur Anda.
     Selain itu, pembuatan MPASI di rumah pastinya lebih terjamin higienisitasnya, termasuk kebersihan perkakas pembuatnya. 
  • Bayi Anda akan terbiasa dengan berbagai macam rasa dan tekstur makanan, sehingga akan lebih memudahkan baginya nanti untuk mulai makan menu keluarga.
  • Anda memberikan makanan pada bayi sesuai kebutuhannya. Dengan mengatur sendiri tekstur dan bahan makanan yang digunakan, Anda dapat mengetahui secara pasti makanan apa yang paling cocok bagi bayi Anda.
  • Kebiasaan mengkonsumsi makanan sehat sudah mulai ditanamkan sejak dini pada bayi Anda.
  • Manfaat ekstra: Anda menghemat banyak uang dengan membuat MPASI sendiri, sementara bayi Anda akan memperoleh gizi yang tinggi.
  • Di sisi lain, ibu dapat lebih menghemat biaya sekitar 50- 80 persen, sementara si kecil juga lebih terjaga tumbuh kembangnya karena diberikan MPASI beragam dan lebih alami serta kaya zat gizi. Tak perlu berpikir tentang buah impor atau sayuran organik yang mahal, cukup gunakan bahan lokal yang sehat dan segar dengan harga terjangkau. 
Yang perlu diingat dalam memberikan MPASI buatan sendiri:
  1. Selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum memberikan makanan baru pada bayi
  2. Jangan lupa untuk menerapkan Peraturan Tunggu 4 Hari ketika memperkenalkan makanan baru pada bayi
  3. Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum mulai memasak dan pastikan alat masak dalam keadaan bersih
  4. Tiap bayi itu unik dan memiliki selera sendiri. Jadi bila ternyata ia tidak menyenangi makanan tertentu, jangan putus asa. Anda harus kreatif dan berani bereksperimen dalam membuat MPASI si kecil. Bila ia tidak mau makan, coba berikan makanan lain atau olah dengan cara berbeda. Dan tentunya Anda harus ekstra sabar dalam menghadapi si kecil.

 sumber :
 http://lifestyle.okezone.com/read/2009/09/01/196/253271/yuk-membuat-makanan-pendamping-asi
http://anakbayibalita.wordpress.com/2010/02/25/mengapa-mpasi-buatan-sendiri-dan-bukan-mpasi-instan/

Sabtu, 19 Mei 2012

Mengatasi Spasme Pada Anak Cerebral Palsy (CP) dengan Hydroteraphy

Menurut Adelia Ratnadita - detikHealth, Cerebral palsy adalah gangguan gerakan, otot, atau postur yang disebabkan oleh cedera atau perkembangan abnormal di otak, paling sering terjadi sebelum kelahiran.Cerebral palsy menyebabkan gangguan gerakan yang terkait dengan refleks berlebihan atau kekakuan, postur tubuh yang abnormal, gerakan tak terkendali, kegoyangan saat berjalan, atau beberapa kombinasi dari gangguan tersebut. Efek cerebral palsy pada kemampuan fungsional sangat bervariasi.
Orang dengan cerebral palsy sering memiliki kondisi lain yang berkaitan dengan kelainan perkembangan otak, seperti cacat intelektual, masalah penglihatan dan pendengaran, atau kejang. Sebuah spektrum yang luas dari perawatan dapat membantu mengurangi efek cerebral palsy dan meningkatkan kemampuan fungsional seseorang.
  Penyebabnya antara lain gangguan perkembangan otak. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan masalah dengan perkembangan otak termasuk :
1. Mutasi pada gen yang mengontrol perkembangan otak
2. Infeksi pada ibu yang mempengaruhi perkembangan janin
3. Janin stroke, gangguan suplai darah ke otak yang sedang berkembang
4. Kurangnya oksigen ke otak (asfiksia) terkait dengan persalinan sulit
5. Bayi infeksi yang menyebabkan peradangan dalam atau di sekitar otak
6. Trauma, seperti cedera kepala pada bayi dari kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh, atau pelecehan anak

 Gejala yang dimiliki antara lain
1. Gangguan pada otot, yaitu terlalu kaku atau terlalu lemah
2. Kaku otot dan refleks berlebihan (kekejangan)
3. Kaku otot dengan refleks normal (kekakuan)
4. Kurangnya koordinasi otot (ataksia)
5. Getaran atau gerakan tidak sadar
6. Gerakan lambat (athetosis)
7. Penundaan dalam mencapai keterampilan motorik
8. Lebih menyukai menggunakan satu sisi tubuh, seperti menyeret kakinya saat merangkak
9. Kesulitan berjalan, seperti berjalan kaki atau gaya berjalan berjongkok
10. Kesulitan menelan
11. Kesulitan menghisap atau makan
12. Penundaan dalam perkembangan bicara atau kesulitan berbicara
13. Kesulitan dengan gerakan yang tepat

 Hal-hal yang lazim sering dialami anak-anak dengan Celebral Palsy antara lain Spasme (kaku otot) yang menyebabkan anak mengalami keterbatasan bergerak.

Hydroteraphy merupakan sebuah langkah penanganan untuk mengurangi tingkat spasme pada anak.Pada anak yang mengalami kesulitan bergerak karena spastisitas/kekakuan, ketika di air, umumnya dia akan lebih mudah bergerak. Dengan demikian diharapkan spastisitas anak akan berkurang mengingat adanya bantuan berupa dorongan air yang sifatnya bisa melenturkan gerak tubuh. Meskipun tidak semua anak dengan gangguan tersebut dapat diberikan hidro terapi air, tapi terapi ini bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif.

Jumat, 27 April 2012

Senam Bayi, Optimalkan Pertumbuhan Si Kecil

http://www.ayahbunda.co.id/support/image.others/02/506/imageBlog
INGIN bayi Anda sehat dan bugar? Coba ajak si kecil berolahraga. Konon senam bayi bisa menjadi pilihan buat sang buah hati Anda untuk tumbuh menjadi anak yang aktif dan lincah.

Menggerakkan otot-otot tubuh dan persendian tubuh menjadi inti senam. Ya, prinsip ini pulalah yang dianut dalam senam bayi. Dr Amendi Nasution SpRM menjabarkan, senam bayi sebagai gerakan-gerakan yang dilakukan pada bayi, terutama persendirian tulang dan otot, agar bayi siap menghadapi tahap perkembangannya.

"Bayi usia empat bulan sudah bisa tengkurap. Lalu masuk tahap duduk, sekitar tujuh sampai delapan bulan bulan. Mulai berdiri dan merambat pada usia 10 bulan. Baru pada usia 12 bulan, bayi bisa berjalan," gamblang Amendi, dokter spesialis rehabilitasi medik, RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Sependapat dengan Amendi, ahli fisioterapi RS Azra, Bogor, Daniel Sadana mengatakan, senam bayi sebagai stimulasi dalam permainan gerakan yang merangsang kemampuan gerak bayi dan tumbuh kembangnya berdasarkan ilmu syaraf motorik.

Mungkin Anda melihat si kecil sudah lincah bergerak. Meski begitu, Anda tidak boleh asal memberikan senam bayi pada buah hati. Mengapa? "Di bawah usia tiga bulan, kepala bayi masih lemah. Kalaupun ada gerakan-gerakan tertentu bisa disebut gerakan refleks. Sehingga idealnya senam bayi dilakukan saat bayi Anda usianya di atas tiga bulan," terang Daniel, selaku Koordinator Rehabilitasi Medik Anak itu.

Amendi membagi senam bayi dalam tiga tahap. Tahap pertama, senam bayi tengkurap ke arah duduk. Tahap kedua, bayi usia enam sampai sembilan bulan, senam melatih bayi bisa duduk sendiri dan berdiri. Tahap ketiga, senam bayi mempersiapkan bayi bisa rambatan dan jalan mandiri.

Tentu saja, bayi perlu distimulasi untuk melakukan gerak sesuai tahapan perkembangannya. "Belajar merangkak pada bayi usia enam sampai Sembilan bulan, bisa dirangsang dengan posisi berlutut sembari memberikan mainan di depannya yang agak tinggi. Kalau bayi 9-12 bulan yang belajar berdiri, bisa distimulasi dari posisi tengkurap untuk meraih obyek yang lebih tinggi. Lalu, meraih dan menekuk kakinya," beber Daniel.

Lagi lanjutnya, bayi yang bisa berdiri, supaya tubuhnya mulai bergerak bisa dibiarkan memegang meja atau kursi yang digerakkan Anda.

Manfaat Senam Bayi

Tentu saja, tujuan senam bayi adalah merangsang tumbuh kembang anak dan kemampuan gerak bayi optimal. Masih ada lagi manfaat lainnya, sebut Amendi, melatih otot dan persendian, memperlancar peredaran darah, menjaga kinerja jantung, melatih kewaspadaan terhadap situasi dan posisi, artinya menjaga keseimbangan tubuh agar tidak gampang jatuh. Yang terpenting, lewat sentuhan senam bayi mempererat hubungan anak dan orangtua.

"Bisa mengetahui perkembangan motorik kasar pada bayi, bahkan dapat mendeteksi keterlambatan motorik kasar," timpal Daniel. Umpamanya saja, anak usia sembilan bulan, saat melakukan senam bayi, anak belum bisa duduk. Berarti, ada yang salah pada tahap perkembangan yang seharusnya. Bisa dikatakan ada sesuatu yang bersifat patologis. Orangtua mesti curiga terhadap kelainan pada anaknya.

Senam bayi tidak bisa dipaksakan kepada anak. Kuncinya senam bayi yang ideal bagi anak adalah kenyamanan. "Bayi diletakkan dalam alas yang empuk, bayi lapar, bayi habis makan, bayi sakit, kondisi tangan pun steril dan tidak memakai perhiasan," ujar Daniel mengenai hal-hal yang mesti diperhatikan orangtua saat melakukan senam bayi.

Untuk mendapatkan hasil optimal, senam bayi sebaiknya dilakukan setiap pagi dan sore. "Setidaknya, satu hari sekali selama 10 menit, bayi melakukan senam bayi. Ada baiknya, sebelum mandi pagi, anak diajak senam bayi," saran dr Amendi. (Mom & Kiddie)

Alat Ukur Tumbuh Kembang Bayi

Normalkah pertumbuhan bayi Anda? Anda bisa mendeteksi secara dini gangguan tumbuh kembang bayi Anda. Cara deteksinya mudah, kok!

Coba perhatikan, setiap kali membawa bayi  ke dokter  untuk imunisasi atau karena sakit, pasti bayi akan ditimbang, diukur panjang badannya dan lingkar kepalanya. Pengukuran fisik bayi ini  adalah bagian dari faktor tumbuh kembang seorang anak. Kedua hal ini adalah hal yang utama, hakiki dan khas pada anak.

Apa yang disebut tumbuh kembang anak? “Tumbuh” sebenarnya adalah faktor pertumbuhan yaitu proses bertambah banyaknya sel-sel tubuh serta bertambahnya jaringan antar sel. Sedangkan yang dimaksud dengan “kembang” adalah faktor perkembangan yaitu proses pematangan fungsi dari organ tubuh termasuk berkembangnya kemampuan mental atau intelegensi serta perilaku anak.

Berikut akan dibahas hal-hal yang berkaitan dengan faktor pertumbuhan anak dalam satu tahun pertama kehidupannya.

Tiga Ukuran Fisik. Pengukuran fisik anak disebut pengukuran antropometri atau berkaitan dengan tubuh. Angka-angka yang tertera dari hasil pengukuran fisik bayi itu dicatat di buku kecil berisi catatan kesehatan bayi. Ketiga pengukuran fisik ini dilakukan terhadap bayi sejak saat ia dilahirkan.
  • Berat Badan menurut Umur (BB/U)
    Cara: menempatkan bayi, jika mungkin bajunya dibuka, dalam posisi tidur di atas timbangan khusus untuk bayi.  
    Catatan: rata-rata berat usia 6 bulan adalah 2 kali berat lahir dan pada usia setahun menjadi 3 kali berat lahir. Tapi patut dicatat, hitung-hitungan tersebut bukan harga pas.
     
  • Panjang Badan menurut Umur (PB/U)Cara: membaringkan bayi dalam posisi lurus, kemudian diukur panjang badannya dari ubun-ubun  sampai ujung kaki dengan menggunakan alat ukur footboard (seperti penggaris kayu) yang dapat digerakkan agar mendapat hasil yang akurat.
    Catatan: secara kasar pada umur 1 tahun panjang bayi mencapai satu setengah kali panjangnya waktu lahir, dan umur 4 tahun 2 kali panjang waktu lahir.
  • Lingkar Kepala menurut Umur (LK/U)Cara: melingkarkan alat ukur berupa pita seperti yang digunakan oleh tukang jahit di kepala bayi, tepat di atas alis dan telinga bayi.
    Catatan:
    -    ukuran rata-rata lingkar kepala bayi ketika lahir adalah 35 cm.Rata-rata pada usia 6 bulan, lingkar kepala akan bertambah kurang lebih 8,5 cm menjadi 43,5 cm dan pada usia setahun akan bertambah sekitar 12 cm dari waktu lahir, yaitu menjadi sekitar 47 cm.
    -    lingkar kepala ini wajib dilakukan secara rutin pada bayi kurang dari usia 2 tahun. Ukuran lingkar kepala ini penting karena berkaitan dengan volume otak. Jika ukuran kepala bayi membesar terlalu cepat, kemungkinan ia menderita hidrosefalus. Sedangkan jika ukuran lingkar kepala tak tumbuh-tumbuh, dikhawatirkan ia menderita mikrosefali. Keduanya adalah masalah serius yang berhubungan dengan otak, sehingga berhubungan dengan kecerdasannya kelak.
Hasil penilaian itu dicocokkan dengan menggunakan grafik pertumbuhan yang berlaku untuk suatu masyarakat, sehingga dokter dapat mengevaluasi dan melihat perkembangan fisik bayi.

Di Indonesia, grafik pertumbuhan yang dipergunakan berdasarkan NCHS (The National Centre for Healts) dari Amerika Serikat. Grafik inilah yang digunakan dalam Kartu Menuju Sehat (KMS), atau buku catatan kesehatan anak yang diberikan pada orang tua. Grafik tersebut terdiri dari grafik pertumbuhan berat badan, lingkar kepala dan panjang badan sesuai usia dan jenis kelamin bayi.
sumber : ayahbunda.co.id

Jumat, 20 April 2012

Baby Spa Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

KOMPAS.com - Tradisi Dadah telah dikenal lama di masyarakat Jawa. Sejak dilahirkan, bayi diberi pijatan lembut yang bermanfaat untuk memperlancar peredaran darah. Selain itu, pijatan pada bayi memberikan rasa nyaman karena adanya sentuhan dan kontak emosi antara ibu dan bayi. Pijatan pada bayi juga membantunya menjalani fase pertumbuhan dengan benar. Dampak positif lainnya adalah daya tahan tubuh bayi lebih baik.

Menurut Trainer dan Quality Control Taman Sari Royal Heritage Spa, Wiwit Azmi Lestari, AMF, SE, DIPL. CIDESCO, bayi perlu menjalani setiap fase pertumbuhannya dengan benar. Mulai telungkup, merangkak, duduk, dan berdiri.

"Pijatan pada bayi dapat merangsang gerakan kompleks bayi untuk bisa melalui berbagai tahapan ini dengan benar," kata Wiwit kepada Kompas Female, seusai memberikan presentasi seputar spa kepada 38 finalis Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2010, di Jakarta, Kamis (7/10/2010).

Wiwit menjelaskan baby spa serupa dengan tradisi Dadah. Hanya saja, spa lebih bersifat holistik dengan dua perawatannya, baby gym dan massage. Gym dan massage untuk bayi ini aman dilakukan untuk usia 0-5 tahun.

"Usia 0-1 tahun adalah fase belajar bagi bayi. Mulai telungkup, merangkak, duduk, berdiri. Gerakan ini memang bisa dijalani secara natural. Namun apakah gerakan ini benar atau tidak, inilah yang membedakan pertumbuhan anak," jelasnya.

Misalnya, tambah Wiwit, jika ada fase yang terlewati saat belajar merangkak ke duduk, nantinya anak tak bisa bersila. Jika fase duduk ke berdiri tidak dijalani dengan baik, keseimbangan anak juga terganggu.

Senam bayi atau gym, dan pijatan yang menjadi perawatan holistik baby spa, membantu bayi melewati semua tahapan ini dengan baik.

Dampak spa untuk bayi
Spa untuk bayi menjadi sarana rekreasi keluarga. Namun bukan hanya sebatas ini manfaatnya. Perawatan spa yang merupakan terapi kesehatan untuk bayi menjadi manfaat utamanya. Terutama untuk stimulasi otot, peredaran darah, saraf juga perkembangan gerak bayi.

Dampak dari gym dan massage bayi di antaranya adalah kualitas tidur bayi lebih efektif. Perawatan ini juga merangsang otak bayi untuk berpikir dengan merasakan sentuhan dari ibunya dan perubahan suhu yang ditimbulkannya. Emosi orangtua dan anak juga terbangun dengan rutin menjalani ritual kesehatan ini. Aromaterapi yang digunakan untuk memijat bayi juga melatih penciuman bayi. Komunikasi yang dibangun orangtua melatih pendengaran bayi.

"Bayi merasakan kasih sayang ibunya dengan menjalani baby spa, massage dan gym," tandas Wiwit, menambahkan baby spa merupakan perawatan bayi yang menstimulasi seluruh organ tubuhnya.